Rabu, 29 Desember 2010

Kerusakan Pantura Picu Laka Naik

KAMIS,30 DESEMBER 2010
PDF Print

   BREBES (SINDO) – Kerusakan jalur pantura barat dari Kabupaten Brebes hingga Pemalang yang hingga sekarang belum mendapat penanganan serius menjadi salah satu pemicu peningkatan kecelakaan lalu lintas.
  Kasat Lantas Polres Brebes AKP Matrius mengatakan jalan pantura yang rusak meliputi jalan bergelombang dan berlubang telah menjadi salah satu pemicu peningkatan kecelakaan di Brebes.“Kecelakaan yang diakibatkan oleh jalan rusak selama 2010, persentasenya mencapai 10–15% dari jumlah persentase keseluruhan faktor pemicu kecelakaan,” ungkap Matrius kemarin. 
  Ia mengakui akibat hujan terus-menerus terjadi hampir selama 2010 ini telah mengakibatkan jalan di pantura, tepatnya di Brebes rusak.Kerusakannya didominasi oleh jalan berlubang atau menganga. Meski persoalan jalan rusak itu bukan tanggung jawab polisi melainkan tanggung jawab Dinas Bina Marga, sebagai salah satu pihak terkait dalam penyelenggaraan lalu lintas, pihak kepolisian melakukan upaya penanganan berupa pemasangan tanda rambu lalu lintas di sejumlah jalan rusak tersebut. 
  Persoalan jalur nasional yang masih belum dapat penanganan pemerintah ini memang terkesan dibiarkan berlarut-larut.Pantauan SINDO di sepanjang jalur pantura di Brebes hingga mendekati Losari kemarin misalnya.Puluhan lubang yang menganga tampak dengan diameter 30 cm dan kedalaman sekitar 40 cm serta letaknya menyebar, mengakibatkan kendaraan melintas dengan cara zig-zag. 
  Hal itu membahayakan kendaraan di belakangnya. “Pihak kepolisian juga telah membahas persoalan jalan rusak ini kemarin,dan itu kini menjadi salah satu fokus kami,” papar Matrius. Faktor penyebab kecelakaan kendaraan lain,yakni tata cara dan etika para pengguna jalan berlalu lintas yang kurang disiplin. Maka tidak mengherankan jika Polres Brebes mencatat adanya peningkatan angka kecelakaan pada 2010 dibanding tahun sebelumnya. 
  Selama 2010 jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di Brebes 141 kasus dengan korban meninggal dunia 63 orang, luka berat 48, dan 105 luka ringan, serta kerugian materi mencapai Rp488.350.000. Pada tahun 2009 jumlah kecelakaan lebih sedikit yakni 121 kasus, dengan korban meninggal dunia 60, luka berat 53, dan luka ringan 112 serta kerugian mencapai Rp210.575.000. 
  “Dari kecelakaan itu, sepeda motor menduduki peringkat pertama yang kerap mengalami kecelakaan 75%, sisanya kecelakaan pada mobil pribadi, dan bus malam,“ bebernya. Kepala Dinas Bina Marga Wilayah Tegal Puryanto mengungkapkan, persoalan jalan rusak memang masih terjadi di jalur pantura. Karena itu,Bina Marga selalu melakukan penambalan lubang jalan setiap hari.“Kami menargetkan pada Maret 2011 seluruh jalan pantura Brebes–Pemalang akan kembali mulus seperti sedia kala,” kata Puryanto. (akrom hazami)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar